Terjadi di Tapteng, Adik Sayat Leher Kakak Kandung dengan Pisau Cutter

  • Whatsapp
FOTO Korban saat Menjalani Perawatan Medis.

TapanuliSatu.Com – Kabar memprihatinkan datang dari Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Seorang laki-laki menganiaya kakak kandungnya sendiri hingga berlumuran darah.

Peristiwa ini disampaikan Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat melalui Paur Subbag Humas Ipda Julius Sinurat, Senin (27/4).

Bacaan Lainnya

Menurut Ipda Julius, korban bernama Sortaria Silitonga (60) warga Jalan Oswald Siahaan, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Pelaku berinisial ZS (50) warga Gang Madura Jalan Oswald Siahaan, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan.

Kejadian ini pada Jumat (24/4) sekira pukul 19.00 WIB. Dan dilaporkan oleh korban ke Polsek Pandan pada Sabtu (25/4) pukul 10.00 WIB. “TKP kejadian di dalam rumah korban,” ujar Ipda Julius.

Kasus tersebut berawal dari pelaku yang mendatangi rumah korban yang merupakan kakak kandungnya sendiri pada pukul 19.00 WIB. “Saat itu tersangka menggedor-gedor pintu rumah korban,” kata Julius.

Mendengar pintu rumahnya digedor-gedor, korban kemudian menanya siapa yang berada di depan pintu rumahnya itu. “Siapa…? namun dijawab tersangka “Buka lah dulu…”.

Mendengar jawaban dari luar, korban ternyata mengenal atau hafal dengan suara siapa itu.

“Mengetahui bahwa yang di luar rumahnya merupakan adik kandungnya, korban tidak mau untuk membuka pintu. Sebab selama ini tersangka sering mengganggu korban saat mabuk,” jelasnya.

“Tiba-tiba tersangka langsung mendobrak pintu rumah hingga rusak dan terbuka. Setelah pintu terbuka, tersangka masuk ke dalam rumah dan mengancam akan membunuh korban dengan membawa pisau cutter sambil mengacungkan ke arah korban,” terang Julius.

Melihat dirinya diancam, korban berlari untuk menyelamatkan diri ke kamar mandi. “Namun tersangka mengejarnya sambil menyayat leher korban menggunakan pisau cutter tersebut hingga luka robek dan banyak mengeluarkan darah,” katanya.

Saat itu, korban berlari keluar rumah untuk minta tolong kepada tetangga. “Warga yang berhasil mengamankan korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” tambahnya.

Lanjutnya, pascakejadian itu dilaporkan, tersangka berhasil ditangkap petugas. “Dalam tempo 2 jam tersangka tindak pidana penganiayaan berhasil ditangkap personil Polres Tapteng,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan Polisi, yakni satu helai baju daster milik korban, serta satu pisau cutter.

Namun sayang, belum diketahui apa motif sebenarnya sehingga aksi penganiayaan ini terjadi. Apakah murni karena pelaku hanya dipengaruhi minuman? Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *