Diduga Palsukan Suket Rapid Test, Seorang ASN Tapteng dan Perawat Klinik Diamankan Polisi

  • Whatsapp
FOTO: Keduanya Bersama Barang Bukti Diamankan di Mapolres Sibolga.

TapanuliSatu.Com – Sat Reskrim Polres Sibolga mengamankan dua orang warga yang diduga memalsukan dokumen surat keterangan (Suket) Rapid Test.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin mengatakan, keduanya diamankan pada Sabtu (27/6).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, bahwa pada Jumat (26/6) sekitar pukul 20.00 WIB, personil Sat Reskrim Polres Sibolga mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya penemuan suket hasil rapid test yang diduga palsu tersebut di pelabuhan penyeberangan ASP Kota Sibolga.

Berdasarkan informasi tersebut, personil Sat Reskrim Polres Sibolga selanjutnya melakukan penyelidikan.

“Dan pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 10.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan berstatus aparatur sipil negara (ASN) Tapteng berinisial EWT (49) warga jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar R Sormin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6).

“EWT diamankan di salah satu tempat di jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga,” jelas Sormin.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan EWT, ia dibantu seseorang untuk membuat suket rapid test palsu tersebut.

“Pelaku EWT menjelaskan bahwa ia melakukan pemalsuan tersebut bersama seorang rekannya,” bebernya.
Berdasarkan keterangan EWT itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil mendapat informasi tentang keberadaan teman EWT.

“Pada hari yang sama pukul 11.30 WIB, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial MAP (30) pekerjaan Perawat Klinik di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng. MAP diamankan di Gg Karya jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Sibuluan Nalambok,” ungkap Sormin.

Kedua pelaku selanjutnya diamankan di Mapolres Sibolga. “Setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh kesimpulan bahwa EWT mengaku memang benar memalsukan dokumen hasil rapid test. Perbuatan tersebut dilakukan tersangka di salah satu klinik kesehatan di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng,” paparnya.

“Sementara MAP bertugas mengambil sampel darah,” lanjut Sormin.

Berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh Polres Sibolga, bahwa tempat pembuatan suket rapid test palsu tersebut dibuat di salah satu klinik kesehatan di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

“Hal itu juga dibuktikan dengan adanya laporan polisi yang telah dibuat oleh atasan EWT yang tanda tangannya dipalsukan ke Polres Tapteng dengan LP/142/VI/2020/SU/Res Tapteng tanggal 27 Juni 2020, sehingga setelah dilakukan gelar perkara, diperoleh kesimpulan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut Polres Sibolga melimpahkan kasus ini ke Polres Tapteng,” jelasnya.

Dari keduanya, petugas mengamankan barang bukti 52 rangkap fotocopy hasil Laboratorium Patologi Klinik.

Sebanyak 24 rangkap surat hasil Laboratorium Patologi Klinik, 43 buah alat suntik bekas, 1 lembar kertas kuning Pemeriksaan Laboratorium, 1 buah alat rapid test bekas, 2 buah alat suntik baru, 1 pasang sarung tangan karet, 2 buah tabung edta,1 buah spidol warna hitam, 1 buah pulpen, 2 buah potongan selang infus panjang kurang lebih 50 cm, 93 plaster penutup luka, 2 unit handphone dan uang Rp.350 ribu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan calon penumpang kapal penyeberangan dari Pelabuhan Sibolga menuju Gunungsitoli Nias, batal berangkat pada Jumat malam (26/6), lantaran diduga suket rapid test COVID-19 yang mereka peroleh diduga palsu.

“Saat beli tiket di loket agen, Jumat (26/6) siang hari, kami dibawa melakukan rapid test ditandai dengan pengambilan sampel darah dan membayar Rp250 ribu,” kata Zega salah satu calon penumpang di Pelabuhan Sibolga kepada wartawan, kemarin. (ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *